Selasa, 16 Desember 2008

Games

Game Call of Duty: World at War Seri Ke-lima Segera Dipasarkan

Pernahkah Anda membayangkan berada di tengah Perang Dunia II yang berkecamuk pada era 1940-an? Jika Anda pencinta video game, tentu tak perlu repot berimajinasi atau membayangkan apa yang terjadi.

Pasalnya, tak lama lagi akan diluncurkan game anyar bergenre first-person shooter yang akan membawa Anda ke tengah pertempuran yang terjadi ketika itu. Game itu adalah Call of Duty: World at War.

Sesuai dengan namanya, latar permainan digital ini tentu saja medan perang, khususnya Perang Dunia II. Pemain bisa berperan sebagai anggota pasukan marinir AS yang bertempur melawan pasukan Jepang di wilayah Pasifik atau sebagai pasukan Uni Soviet melawan pasukan Nazi Jerman.

Selain menenteng senjata, pemain bisa menggunakan kendaraan tempur, bahkan pesawat udara. Pemain juga seakan digiring masuk ke tempat-tempat yang menjadi medan pertempuran.

Lokasinya juga berbeda-beda, dari reruntuhan kota-kota yang hancur di Eropa barat hingga tanah kekuasaan kekaisaran Jepang. Menurut situs Games for Windows, "pemain akan terbenam dalam perang yang mengerikan."

Sejatinya, World at War ini adalah game kelima dari serial game Call of Duty. Dikembangkan oleh Treyarch dan diterbitkan oleh Activision, yang pada awal November juga akan meluncurkan serial game James Bond 007: Quantum of Solace.

Game ini dibuat untuk Microsoft Windows, konsol PlayStation 3, PlayStation 2, Nintendo Wii, Nintendo DS, dan Xbox 360. Versi betanya sendiri sudah diluncurkan untuk Xbox 360 pada bulan ini. Menurut jadwal, pemasaran World at War akan dimulai dari Amerika pada 11 November, disusul Australia pada 12 November dan Eropa pada 14 November.

Menurut Noah Heller, produser senior World at War, game kelima ini bakal menjadi seri terakhir Call of Duty. Pasalnya, "Kami telah menampilkan pertempuran final Perang Dunia II di Pasifik dan Eropa (dalam game itu-red), dan mari kita tutup perang itu," ujarnya.

Heller yakin perusahaan-perusahaan video game lain masih akan membuat seri tentang Perang Dunia II pada tahun-tahun mendatang. "Tapi kami senang telah membawa perang itu ke tempat tidur," katanya.

Ketimbang seri sebelumnya, game Call of Duty: World at War seri kelima ini lebih dewasa. Beberapa fitur baru juga diperkenalkan, seperti adegan berenang. Saat berada di air, pemain tidak dapat mempercepat gerakannya. Paling-paling hanya setengah kecepatan.

Call of Duty seri kelima ini juga lebih terbuka ketimbang sebelumnya. Pemain diberi lebih banyak alternatif "jalan" menuju sasaran. Game ini juga lebih kooperatif karena dapat untuk dimainkan oleh lebih dari empat orang, baik melalui layar terpisah maupun satu layar. Mirip dengan sistem yang dipakai di World at War seri 4.

Activision juga memastikan kendaraan yang digunakan juga bisa dioperasikan oleh beberapa pemain. Dalam game ini juga ada moda spesial, seperti karakter pasukan Nazi. Pemain harus berusaha sekuat tenaga untuk bertahan dari serbuan pasukan Nazi, yang sulit ditaklukkan.

Setiap pemain yang berhasil membunuh atau menaklukkan musuh akan mendapat poin. Poin inilah yang bisa "ditukar" dengan senjata, persediaan peluru, atau perpanjangan usia kubu pertahanan.

Mengusung engine Call of Duty 4: Modern Warfare, game ini akan mengantarkan efek sinematis dan visual ke level yang belum pernah ada sebelumnya. Detail karakter, pencahayaan, dan efek spesialnya mengagumkan. Seperti membenamkan kita ke dalam pertempuran yang mengerikan.
l Dimas | GAMESFORWINDOWS | TEAMXBOX | WIKIPEDIA | VOODOO EXTREME

Jum'at, 31 Oktober 2008 | 15:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pernahkah Anda membayangkan berada di tengah Perang Dunia II yang berkecamuk pada era 1940-an? Jika Anda pencinta video game, tentu tak perlu repot berimajinasi atau membayangkan apa yang terjadi.

Pasalnya, tak lama lagi akan diluncurkan game anyar bergenre first-person shooter yang akan membawa Anda ke tengah pertempuran yang terjadi ketika itu. Game itu adalah Call of Duty: World at War.

Sesuai dengan namanya, latar permainan digital ini tentu saja medan perang, khususnya Perang Dunia II. Pemain bisa berperan sebagai anggota pasukan marinir AS yang bertempur melawan pasukan Jepang di wilayah Pasifik atau sebagai pasukan Uni Soviet melawan pasukan Nazi Jerman.

Selain menenteng senjata, pemain bisa menggunakan kendaraan tempur, bahkan pesawat udara. Pemain juga seakan digiring masuk ke tempat-tempat yang menjadi medan pertempuran.

Lokasinya juga berbeda-beda, dari reruntuhan kota-kota yang hancur di Eropa barat hingga tanah kekuasaan kekaisaran Jepang. Menurut situs Games for Windows, "pemain akan terbenam dalam perang yang mengerikan."

Sejatinya, World at War ini adalah game kelima dari serial game Call of Duty. Dikembangkan oleh Treyarch dan diterbitkan oleh Activision, yang pada awal November juga akan meluncurkan serial game James Bond 007: Quantum of Solace.

Game ini dibuat untuk Microsoft Windows, konsol PlayStation 3, PlayStation 2, Nintendo Wii, Nintendo DS, dan Xbox 360. Versi betanya sendiri sudah diluncurkan untuk Xbox 360 pada bulan ini. Menurut jadwal, pemasaran World at War akan dimulai dari Amerika pada 11 November, disusul Australia pada 12 November dan Eropa pada 14 November.

Menurut Noah Heller, produser senior World at War, game kelima ini bakal menjadi seri terakhir Call of Duty. Pasalnya, "Kami telah menampilkan pertempuran final Perang Dunia II di Pasifik dan Eropa (dalam game itu-red), dan mari kita tutup perang itu," ujarnya.

Heller yakin perusahaan-perusahaan video game lain masih akan membuat seri tentang Perang Dunia II pada tahun-tahun mendatang. "Tapi kami senang telah membawa perang itu ke tempat tidur," katanya.

Ketimbang seri sebelumnya, game Call of Duty: World at War seri kelima ini lebih dewasa. Beberapa fitur baru juga diperkenalkan, seperti adegan berenang. Saat berada di air, pemain tidak dapat mempercepat gerakannya. Paling-paling hanya setengah kecepatan.

Call of Duty seri kelima ini juga lebih terbuka ketimbang sebelumnya. Pemain diberi lebih banyak alternatif "jalan" menuju sasaran. Game ini juga lebih kooperatif karena dapat untuk dimainkan oleh lebih dari empat orang, baik melalui layar terpisah maupun satu layar. Mirip dengan sistem yang dipakai di World at War seri 4.

Activision juga memastikan kendaraan yang digunakan juga bisa dioperasikan oleh beberapa pemain. Dalam game ini juga ada moda spesial, seperti karakter pasukan Nazi. Pemain harus berusaha sekuat tenaga untuk bertahan dari serbuan pasukan Nazi, yang sulit ditaklukkan.

Setiap pemain yang berhasil membunuh atau menaklukkan musuh akan mendapat poin. Poin inilah yang bisa "ditukar" dengan senjata, persediaan peluru, atau perpanjangan usia kubu pertahanan.

Mengusung engine Call of Duty 4: Modern Warfare, game ini akan mengantarkan efek sinematis dan visual ke level yang belum pernah ada sebelumnya. Detail karakter, pencahayaan, dan efek spesialnya mengagumkan. Seperti membenamkan kita ke dalam pertempuran yang mengerikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar